Alhamdulilah selesai membekam di rumah 2 orang, seorang wanita berumur 42 tahun dan anak nya lelaki berumur 13 tahun. selepas di ambil tekanan darah bermula dengan kiro, kemudian bekam tanduk. Bekam malam ni diteruskan dengan bekam sunah, setelah itu rawatan telinga berdesing. Jam 12 tengah malam diagnos dengan kaidah iridiologi seramai 4 orang (satu keluarga) menggunakan software Liprisma.
Kaidah ini dapat mendiagnos 95% kelemahan organ. Bagi pesakit wanita mengalami ketidakseimbangan angin. selepas dibekam ada rasa pening. Terus diberi Madu untuk imbangkan imuniti tubuh. alhamdulilah tugas dengan masyarakat tempatan dalam soal Fardu Kipayah selesai, Cadangan herba juga diberikan, mudah-mudahan akan imbang yin dan yang saling bertaut dan memerlukan.
Thursday, March 24, 2011
ORGAN SERBAGUNA: LIMPA
Unsur menakjubkan lain-nya dari sistem pertahanan kita adalah limpa. Limpa terdiri dari dua bagian: pulp merah dan pulp putih. Limfosit yang baru dibuat di pulp putih mula-mula dipindahkan ke pulp merah, lalu mengikuti aliran darah. Kajian saksama mengenai tugas yang dilak-sanakan organ berwarna merah tua di bagian atas abdomen ini menying-kapkan gambaran luar biasa. Fungsinya yang sangat sulit dan rumitlah yang membuatnya sangat menakjubkan.
Tugas limpa, seperti berkontribusi pada produksi sel, fagositosis, perlindungan sel darah merah, dan pembangunan kekebalan, sangat pen-ting sekaligus sulit. Tentu saja, limpa juga hanya segumpal daging, sama seperti organ-organ lainnya. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga dari sekadar segumpal daging. Ia mengorgani-sasikan segalanya, tidak membiarkan terjadinya masalah, dan juga bekerja tanpa istirahat. Sesungguhnya limpa bekerja untuk manusia dengan sangat giat seja
Produksi Sel
Sumsum tulang janin di rahim ibunya tidak sepenuhnya mampu memenuhi fungsinya memproduksi sel-sel darah. Sumsum tulang mam-pu mengerjakan tugas ini hanya setelah lahir. Akankah bayi ini terkena anemia saat di dalam kandungan ?
Tidak. Pada tahap ini, limpa akan bermain dan memegang kendali. Merasakan bahwa tubuh memerlukankan sel darah merah, trombosit, dan granulosit, maka limpa mulai memproduksi sel-sel ini selain memproduksi limfosit yang merupakan tugas uta-manya.
Namun demikian limpa adalah segumpal da-ging yang tidak memiliki kesadaran. Ia tidak memi-liki kemampuan untuk mengemban tanggung jawab seperti itu. Di samping itu, seandainya ia memang begitu, bagaimana cara ia dilengkapi dengan infor-masi dan komponen yang dibutuhkan untuk mem-produksi sel-sel dan protein yang sangat kompleks ini? Allah yang menciptakan tubuh manusia, menciptakan limpa, dan melengkapinya dengan sistem produksi dan stimulus sedemikian rupa, sehingga jika diperlukan, memungkinkan dia bertanggung jawab pada tugas-tugas lain selain tugas utamanya.
k manusia lahir, dan akan terus-menerus seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah.
Friday, March 18, 2011
ORGAN TUBUH YANG TERLIBAT DALAM PERTAHANAN
Fakultas di Dalam Tubuh Kita: Timus
Menurut pengamatan biologis, timus tampak seperti organ biasa tanpa suatu fungsi khusus. Namun demikian, jika dikaji secara rinci, pekerjaannya sangatlah menakjubkan. Di dalam timuslah limfosit men-dapat semacam pelatihan. Tidak, Anda tidak salah baca. Sel-sel limfosit ini mendapat pelatihan di timus.
Pelatihan adalah transfer informasi, yang dapat dilaksanakan ter-hadap makhluk hidup yang memiliki tingkat kecerdasan tertentu. Jadi ada suatu poin penting yang perlu disebutkan di sini. Yang memberikan pelatihan adalah segumpal daging, yaitu timus, dan yang menerimanya adalah suatu sel yang amat kecil. Menurut analisis terakhir, keduanya adalah makhluk hidup yang tidak memiliki kesadaran akan hal ini.
Di akhir pelatihan, limfosit dilengkapi dengan kumpulan informasi yang sangat penting. Mereka mempelajari cara mengenali karakteristik khusus sel tubuh. Dapat dikatakan bahwa limfosit diajarkan mengenai identitas sel-sel di dalam tubuh. Terakhir, sel-sel limfosit meninggalkan timus dengan bermuatan informasi. Dengan demikian, ketika limfosit bekerja dalam tubuh, mereka tidak menyerang sel-sel yang identitasnya pernah diajarkan, melainkan hanya menyerang dan membinasakan sel-sel lainnya yang bersifat asing.
Selama bertahun-tahun timus dianggap sebagai organ vestigial atau organ yang belum berkembang sempurna dan oleh para ilmuwan evolusionis dimanfaatkan sebagai bukti evolusi. Namun demikian, pada tahun-tahun belakangan ini, telah terungkap bahwa organ ini merupakan sumber dari sistem pertahanan kita. Setelah hal ini dipahami, para evolusionis itu beralih mengemukakan teori yang sangat berlawanan mengenai organ yang sama. Mereka mengklaim bahwa timus tidak eksis sebelumnya, dan berasal dari evolusi yang bertahap.
Mereka masih tetap mengatakan bahwa timus terbentuk melalui periode evolusi yang lebih panjang dibanding banyak organ lainnya. Akan tetapi, tanpa timus, atau tanpa timus yang telah tumbuh dan berkembang sempurna, sel-sel T tidak akan pernah belajar mengenali musuh, dan sistem pertahanan tidak akan ber-fungsi. Seseorang tanpa sistem pertahanan tidak akan hidup. Bahkan bahwa Anda sekarang sedang membaca kalimat ini adalah suatu bukti bahwa timus tidak diciptakan melalui proses evolusi yang panjang, melain-kan bahwa timus telah selalu eksis dengan sempurna dan utuh, sejak manusia pertama.
Subscribe to:
Posts (Atom)